Tahun depan, jadwal Kejuaraan Reli Dunia (WRC) akan mengalami sedikit perubahan, dimulai dari Monte Carlo pada bulan Januari dan berakhir di Arab Saudi pada bulan November. Perubahan utama adalah perpindahan Reli Jepang dari bulan November ke bulan Mei, menjadi tuan rumah putaran ketujuh musim ini pada tanggal 28-31 Mei.
Langkah ini diambil untuk mengurangi dampak penyapuan jalan bagi pemimpin klasemen awal, terutama setelah rangkaian reli gravel berturut-turut yang kontroversial pada 2023. Selain itu, WRC berencana untuk kembali ke Amerika Serikat setelah absen sejak tahun 1988, dengan Tennessee sebagai tuan rumah acara yang direncanakan pada tahun 2026, meskipun mungkin tertunda setidaknya 1 tahun lagi.
Selain itu, kalender juga mengalami perubahan dengan acara di Italia dipindahkan dari bulan Juni ke bulan Oktober, di mana Italia akan menjadi tuan rumah putaran terakhir musim ini. Sardinia telah menjadi tuan rumah WRC setiap tahun kecuali tahun 2009, dan Italia juga diwakili oleh Reli Monza pada 2020 dan 2021.
Kroasia juga akan kembali bergabung dengan WRC setelah mengikuti ERC tahun ini, yang berarti Reli Eropa Tengah dibatalkan. FIA juga telah mengkonfirmasi regulasi teknis hingga tahun 2026, dengan penambahan dua joki homologasi untuk pengembangan sasis yang disetujui.
Diresmikan oleh direktur eksekutif Promotor WRC, Jona Siebel dan Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, kalender WRC 2026 diharapkan mencerminkan kekuatan dan daya tarik global kejuaraan tersebut. Kalender yang direncanakan mencakup 14 putaran reli dari Monte Carlo hingga Arab Saudi dengan berbagai permukaan seperti aspal, salju, kerikil, dan lainnya, memperlihatkan keberagaman dan daya tarik reli yang terus berkembang.












