Tim F1 sedang fokus pada pengembangan pabrik mereka untuk mencari ide, solusi teknologi, dan mitra yang dapat meningkatkan kinerja kursi tunggal. Penelitian yang dilakukan tidak hanya untuk kursi tunggal, tetapi juga untuk alat investigasi yang dikembangkan di pabrik untuk memperluas pengetahuan tentang cara meningkatkan hasil di lintasan.
CFD, Computational Fluid Dynamics, adalah teknik simulasi yang menggunakan model matematika dan algoritma untuk menganalisis perilaku fluida dan interaksi dengan permukaan padat. Teknik ini membantu dalam mempelajari aliran udara di sekitar single seater F1. CFD memungkinkan evaluasi bentuk yang kompleks dan penerapan gaya dalam hitungan detik berkat perangkat lunak yang semakin canggih dan komputer dengan daya komputasi yang tinggi.
Di terowongan angin F1, model kursi tunggal dipasangkan dengan ban khusus yang dibuat oleh Pirelli untuk mereproduksi desain, tapak, dan deformasi sesuai skala aslinya. Selain itu, terowongan angin juga melengkapi diri dengan Particle Image Velocimetry (PIV) untuk menganalisis bidang gerak. PIV digunakan untuk mengamati bagaimana vortisitas berperilaku di bidang gerak dan memungkinkan perancang untuk memastikan aliran mengikuti arah yang dimaksudkan.
Namun, terdapat kendala di terowongan angin baru, karena tidak memiliki dimensi yang cukup untuk mengakomodasi beberapa PIV yang beroperasi bersamaan dengan pengumpulan data lainnya selama pengujian. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kompleksitas dalam pengujian dan penelitian di terowongan angin F1 untuk menghasilkan kursi tunggal yang lebih baik dan performa mobil yang optimal.












