Husein Mutahar, pejuang dan penyelamat Bendera Pusaka Merah Putih, telah terlupakan dan izin makamnya telah terabaikan sejak tahun 2007. Almarhum dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Blok AAI Blad 017 pada 9 Juni 2004, namun hingga saat ini izinnya belum diperpanjang oleh ahli warisnya. Kak Mutahar, yang juga merupakan ajudan Presiden Soekarno, memiliki kontribusi besar dalam sejarah bangsa Indonesia, dari menyelamatkan Bendera Pusaka hingga menciptakan lagu-lagu nasional yang masih dinyanyikan hari ini. Meskipun sosoknya begitu besar, Mutahar belum diakui sebagai Pahlawan Nasional.
Pada masa pascakemerdekaan, Mutahar dikenal sebagai penyelamat Bendera Pusaka dengan nyawanya saat Agresi Militer Belanda II. Tindakannya yang berani membuktikan kesetiaan dan pengabdian pada bangsa Indonesia. Selain itu, sebagai pencipta lagu-lagu nasional dan perintis Gerakan Pramuka Indonesia, Mutahar adalah figur yang patut dihormati dan diakui oleh negara.
Para tokoh dan mantan anggota PPI DKI Jakarta berharap agar pemerintah memberikan perhatian khusus pada sosok besar seperti Mutahar. Pengabdiannya yang tanpa pamrih dan jasanya yang besar bagi pemuda dan negara Indonesia layak diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Sudah menjadi tanggung jawab negara untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada sosok pejuang sejati seperti Husein Mutahar.












