Rokok elektrik atau vape sering dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Banyak orang beranggapan bahwa ketiadaan proses pembakaran tembakau membuat vape memiliki risiko yang lebih rendah dibanding rokok biasa. Pandangan ini membuat rokok elektrik semakin populer, terutama di kalangan anak muda.
Namun, benarkah rokok elektrik benar-benar aman bagi kesehatan? Apakah ada pengaruhnya terhadap tubuh, khususnya pembuluh darah? Studi menemukan bahwa pengguna rokok elektrik kronis mengalami penurunan fungsi pembuluh darah, yang disebabkan oleh berkurangnya produksi oksida nitrat. Zat ini berperan penting dalam menjaga kelenturan serta mendukung kesehatan sistem peredaran darah secara keseluruhan.
Selain itu, darah dari pengguna rokok elektrik juga meningkatkan permeabilitas sel endotel, membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rentan terhadap kerusakan. Risiko disfungsi vaskular dini juga dapat muncul akibat penggunaan rokok elektrik secara teratur, terutama pada orang dewasa sehat.
Penelitian menunjukkan bahwa aliran darah dapat menurun dan kadar oksigen dalam darah berkurang setelah sesi merokok atau vaping, tanpa tergantung pada keberadaan nikotin. Selain itu, rasa pada rokok elektrik, seperti kayu manis dan mint, juga dapat merusak sel-sel pembuluh darah manusia. Para ahli jantung menjelaskan bahwa kandungan nikotin dan bahan kimia dalam rokok elektrik dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi.
Dengan bukti ilmiah yang semakin banyak, masyarakat perlu menyadari bahwa rokok elektrik tidak sepenuhnya aman. Penggunaan rokok elektrik dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan hipertensi. Penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memutuskan untuk berhenti merokok atau beralih ke rokok elektrik.












