Kenapa Piastri Tak Jalani Penalti Grid di F1 GP Singapura: Penjelasan Detail

Prosedur penerapan penalti di Formula 1 telah menjadi sumber kontroversi seiring berjalannya waktu. Aturan olahraga F1 memberikan ketentuan terkait hukuman bagi pembalap yang tidak dapat menjalani penalti saat balapan. Contohnya, ketika Oscar Piastri melanggar aturan di Azerbaijan, hukuman waktu menjadi tidak terelakkan. Penalti bagi pelanggaran seperti curi start atau keluar dari posisi di grid biasanya berupa penalti waktu 5 atau 10 detik, atau drive-through, tergantung pada tingkat kesalahan yang dilakukan.

Meskipun Piastri diberikan penalti waktu 5 detik, itu tidak akan mengubah posisinya saat balapan di Singapura. FIA telah merilis dokumen panduan baru terkait penalti dan poin penalti setelah ada kebingungan terkait penalti yang diterapkan pada balapan sebelumnya. Dokumen ini memberikan panduan yang jelas mengenai penalti apa yang bisa diterima oleh pembalap dan kapan penalti tertentu akan diteruskan ke acara berikutnya.

Dokumen ini terbit setelah insiden di Grand Prix Kanada di mana Lando Norris menerima penalti 5 detik karena kecelakaan dengan Piastri. Namun, karena Norris telah menyelesaikan cukup banyak lap sebelum insiden, waktu 5 detik kemudian ditambahkan ke waktu balapannya. Meskipun banyak yang menilai sanksi ini tidak berlaku, pedoman dari FIA menjelaskan alasan di balik keputusan ini.

Dokumen tersebut menjelaskan bahwa penalti 5 detik yang tidak dapat dijalani oleh pembalap yang retire tidak akan dikonversi menjadi penalti grid untuk balapan berikutnya. Ini disebabkan oleh fakta bahwa pelanggaran ringan seperti ini biasanya dikenai penalti waktu 5 detik, dan mengubahnya menjadi penalti grid dianggap berlebihan. Dengan demikian, dalam kasus Piastri, tidak ada keuntungan kompetitif yang diperoleh dari start yang salah karena ia segera tersingkir dari balapan setelah kejadian tersebut.

Source link