Perubahan gaya hidup dapat memperlambat atau mencegah terjadinya demensia. Menurut Kementerian Kesehatan, demensia menjadi penyebab kematian ketujuh tertinggi di dunia. Di Indonesia, diperkirakan terdapat 1,2 juta orang dengan demensia pada tahun 2016 dan proyeksi angka ini akan terus meningkat. Faktor risiko seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan buruk, dan kondisi kesehatan tertentu berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif.
Penelitian dari Universitas Florida Atlantic menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup terapeutik dapat membantu mengurangi penurunan kognitif pada lansia. Aktivitas fisik meningkatkan faktor neurotropik yang mendukung pertumbuhan neuron, terutama di hipokampus. Diet Mediterania dan DASH Diet juga dapat mengurangi kerusakan sel, membuat tubuh lebih peka terhadap insulin, dan menurunkan risiko gangguan pembuluh darah.
Berhenti merokok penting untuk menjaga kesehatan otak, dan interaksi sosial serta latihan otak melalui aktivitas berbagai juga dapat membantu menjaga kesehatan mental. Pendekatan efektif dan berbiaya rendah dalam perawatan demensia dapat mengubah cara penanganan penyakit tersebut, serta meringankan beban keluarga dan sistem kesehatan. Itulah beberapa informasi penting terkait pencegahan demensia dan perawatan yang tepat untuk menjaga kesehatan otak.












