Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kembali tampil di Sidang Majelis Umum PBB setelah hampir satu dekade absen. Saat berpidato mengenai isu Palestina dan solusi dua negara, mikrofon yang digunakan tiba-tiba mati. Namun, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menjelaskan bahwa mikrofon dimatikan bukan karena gangguan teknis, melainkan aturan prosedural mengenai batas waktu. Setiap negara diberi waktu lima menit, dan jika melewati batas waktu tersebut, mikrofon akan dimatikan. Meski mikrofon mati, pesan dari Presiden Prabowo tetap jelas terdengar oleh para delegasi di Sidang Majelis Umum. Prabowo sendiri berbicara di urutan kelima, setelah sebelumnya Presiden Turki juga mengalami situasi serupa. Meskipun insiden mikrofon terjadi, pidato Prabowo sangat disorot karena menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia, khususnya terkait penyelesaian konflik Palestina melalui pendekatan solusi dua negara. Kehadiran Indonesia kembali aktif di forum internasional ini menjadi sorotan setelah absen hampir satu dekade, menunjukkan komitmen dalam mendukung perdamaian global.
Penyebab Mikrofon Prabowo Mati di PBB: Penjelasan Kemlu RI
Read Also
Recommendation for You

Transformasi Administrasi Kependudukan dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Jakarta (ANTARA) – Identitas Kependudukan Digital (IKD)…

Formasi 17-8-45 Paskibraka: Sejarah dan Makna di Baliknya Formasi 17-8-45 Paskibraka: Sejarah dan Makna di…

Paskibra dan Paskibraka dalam Tugas Pengibaran Bendera Jakarta (ANTARA) – Paskibra dan Paskibraka, kedua istilah…

Sayuti Melik: Aktivis, Jurnalis, dan Pengetik Teks Proklamasi Sayuti Melik: Aktivis, Jurnalis, dan Pengetik Teks…








