Jorge Martín mengalami musim yang penuh dengan kesialan di Grand Prix Jepang. Pembalap Spanyol ini memulai balapan dari posisi ke-17 setelah kualifikasi yang buruk, dan mencoba untuk mengejar posisi terdepan di awal balapan sprint di Motegi. Namun, saat mencoba menyalip, Martín kehilangan kendali, terlempar dari motornya, dan menabrak motor rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dengan bahunya. Insiden tersebut membuat Bezzecchi mengalami patah tulang selangka kanan dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Aprilia mengonfirmasi bahwa Martín telah menjalani pemeriksaan medis di pusat medis sirkuit. Hasil rontgen menunjukkan adanya pergeseran pada tulang selangka kanan, dan pembalap akan dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Kedokteran Dokkyo untuk menjalani CT scan lebih lanjut. Cedera yang dialami oleh Martín merupakan cedera besar ketiga musim ini, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan pada pramusim di Sepang dan patah tangan saat mencoba supermotard. Setelah absen selama beberapa balapan, Martín berusaha kembali ke kompetisi dan memahami performa motor Aprilia yang belum memungkinkannya untuk bersaing di level tertinggi.










