Presiden RI Prabowo Subianto telah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar keamanan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai respons terhadap kasus keracunan massal yang terjadi di beberapa daerah. Dalam acara Akad Massal 26.000 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Prabowo menyatakan bahwa langkah perbaikan sudah dalam proses.
Prabowo berencana untuk memastikan bahwa semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dilengkapi dengan alat cuci ultraviolet untuk membersihkan ompreng MBG. Selain itu, filter atau penyaring air juga akan diwajibkan untuk mencegah zat-zat berbahaya masuk ke makanan. Seluruh dapur juga diharuskan memiliki test kit untuk pemeriksaan sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat.
Ketua Umum Partai Gerindra ini mengklaim bahwa meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program MBG, persentase kesalahan atau penyimpangan sangat kecil, yaitu 0,00017 persen. Dalam kurun waktu 11 bulan sejak program diluncurkan, Prabowo menyatakan bahwa sekitar 30 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil, telah terjangkau program ini di seluruh Indonesia.
Prabowo juga mengapresiasi partisipasi aktif BRI dalam mendukung pelaksanaan Program MBG yang memberi manfaat yang sangat besar bagi rakyat Indonesia. Dengan adanya langkah-langkah perbaikan dan pengawasan yang ketat, diharapkan program ini dapat terus memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas gizi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Source: VIVA












