Mengapa Minum Air Penting: Dampaknya pada Hormon Stres

Orang yang tidak minum cukup air dapat menghasilkan respons hormon stres yang lebih besar, menurut penelitian terbaru dari Liverpool John Moore University (LJMU). Penelitian ini menemukan bahwa orang yang minum di bawah rekomendasi jumlah cairan per hari akan melepaskan lebih banyak kortisol, hormon stres utama dalam tubuh. Meskipun tidak merasa lebih haus, orang yang minum sedikit ini memiliki kadar kortisol 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang meminum cairan sesuai anjuran.

Studi ini melibatkan pemantauan 32 anak muda yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan asupan cairan harian. Setelah memantau tingkat hidrasi selama tujuh hari, para peneliti melakukan uji stres menggunakan The Trier Social Stress Test (TSST). Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kedua kelompok merasakan kecemasan yang sama selama uji stres, kelompok yang kurang minum air memiliki respons kortisol yang lebih tinggi.

Menurut Profesor Neil Walsh, ahli fisiologi dari LJMU, respons kortisol yang berlebihan terhadap stres dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan depresi. Oleh karena itu, anjuran konsumsi air harian sekitar 2 liter untuk perempuan dan 2,5 liter untuk laki-laki sangat relevan. Dr. Daniel Kashi, anggota tim peneliti, menyarankan agar memiliki asupan cairan yang cukup dapat membantu tubuh mengatasi stres dengan lebih efektif.

Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, penting untuk diingat bahwa minum air yang cukup merupakan kebiasaan sehat yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan. Jadi, jangan lupa untuk selalu menjaga asupan cairan anda agar tubuh tetap terhidrasi dan dapat mengatasi stres dengan lebih baik.

Source link