Berita  

Topan Kalmaegi di Filipina: 140 Orang Tewas, Status Bencana Nasional

Pada Kamis, 6 November 2025, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. secara resmi mengumumkan keadaan darurat setelah Topan Kalmaegi mengakibatkan kematian minimal 140 orang dan 127 orang hilang di Filipina tengah. Deklarasi ini memungkinkan pemerintah untuk memberikan bantuan secara cepat tanpa harus melewati prosedur birokrasi yang biasa. Presiden Marcos juga mengingatkan akan adanya badai lain yang mungkin melanda negara tersebut.

Topan Kalmaegi dikatakan sebagai topan paling mematikan di dunia untuk tahun 2025, menurut data bencana EM-DAT. Dalam data tersebut, menyebutkan bahwa Topan Trami, yang juga melanda Filipina, merupakan topan paling mematikan ketiga pada tahun sebelumnya dengan 191 korban jiwa. Kantor Pertahanan Sipil Nasional Filipina melaporkan bahwa 114 kematian telah tercatat akibat Topan Kalmaegi, namun jumlah ini tidak termasuk 28 kematian tambahan yang dilaporkan oleh otoritas provinsi Cebu.

Daerah yang paling terdampak oleh topan ini adalah provinsi Cebu, di mana terjadi banjir bandang dan meluapnya sungai dan saluran air lainnya akibat badai tersebut. Lebih dari 70 orang dilaporkan tewas di provinsi Cebu karena banyak rumah yang hancur. Kerusakan ini terjadi setelah gempa bumi dengan kekuatan 6,9 skala Richter melanda Pulau Cebu pada bulan September sebelumnya. Pihak berwenang sedang melakukan estimasi tingkat kerusakan akibat topan terbaru ini sambil memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak.

Source link