Kehebohan baru-baru ini di Tanah Air disebabkan oleh kasus ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Salah satu sorotan dalam kasus ini adalah terkait dengan pelaku dari peristiwa tragis tersebut. Polda Metro Jaya masih tengah mendalami motif dari terduga pelaku ledakan di sekolah tersebut yang diduga merupakan korban perundungan oleh siswa lainnya.
Salah satu siswi kelas XI yang selamat dari ledakan tersebut, Sela, menyatakan bahwa diduga bom yang meledak tersebut dibawa oleh seorang siswa yang menjadi korban bullying. Menurut Sela, siswa tersebut kemungkinan ingin balas dendam dan memiliki niat untuk bunuh diri. Di media sosial, seorang siswa dari SMAN 72 Jakarta bernama Z mengungkapkan identitas pelaku pengeboman di masjid sekolah yang berinisial MNFH alias F, yang merupakan siswa kelas 12 di sekolah tersebut.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku berusia 17 tahun. Sebagai informasi tambahan, jumlah korban akibat peristiwa ledakan ini mencapai 54 orang siswa, di mana sebagian telah dirawat di rumah sakit dan ada yang sudah diperbolehkan pulang. Kepolisian telah mengendalikan keadaan pasca insiden tersebut dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir.
Kabid Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa kepolisian telah menyiapkan Posko Pelayanan untuk membantu korban dan keluarganya serta memberikan penyembuhan trauma. Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta masih menjadi sorotan terkini di media serta menjadi perhatian publik terkait dengan kondisi korban dan perkembangan penyelidikan.












