Toto Wolff sedang mempertimbangkan untuk menjual sebagian saham dari perusahaan induknya, Motorsport Investment Ltd, yang setara dengan 5 persen saham tim F1 Mercedes. Hal ini akan membuat tim tersebut bernilai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun. Proses penjualan ini diyakini sudah berada pada tahap lanjut karena Wolff nampaknya akan melepas saham di perusahaan induknya, yang memiliki sepertiga saham di Mercedes-Benz Grand Prix Ltd. Kemungkinan pembeli potensial adalah pengusaha Amerika Serikat, George Kurtz, CEO dari perusahaan keamanan siber CrowdStrike.
Struktur kepemilikan saat ini terbagi antara Wolff, perusahaan induk Mercedes-Benz, dan perusahaan kimia INEOS yang dipimpin oleh Jim Ratcliffe. Jika kesepakatan berhasil, Wolff tetap akan menjadi pemegang saham signifikan di perusahaan tanpa perubahan pada posisi CEO dan team principal. Mercedes F1, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa struktur kepemilikan tim tidak akan berubah dan semua mitra berkomitmen untuk kesuksesan Mercedes-Benz di ajang Formula 1.
Dengan valuasi 6 miliar dolar, Mercedes akan menjadi tim paling berharga di F1, mengalahkan McLaren dan Ferrari. Hal ini terjadi setelah laporan keuangan Mercedes F1 melaporkan peningkatan pendapatan pada tahun 2024. Toto Wolff, yang sebelumnya memiliki saham di Williams, telah memimpin Mercedes sejak tahun 2013 dengan memenangkan delapan gelar konstruktor dan tujuh gelar pembalap bersama Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.
Wolff juga membicarakan pertumbuhan Formula 1, mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 dan film dokumenter Drive to Survive telah meningkatkan minat penonton. Mercedes F1 terus berkembang namun harus tetap kredibel dalam menyajikan olahraga ini. Wolff menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan penonton yang semakin beragam.












