Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum segelas jus jeruk setiap hari dapat memengaruhi aktivitas gen yang berkaitan dengan kesehatan jantung. Tim peneliti dari University of São Paulo, North Carolina State University, dan University of California melakukan penelitian terhadap 20 orang dewasa yang sehat, yang minum dua cangkir jus jeruk murni setiap hari selama dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan dalam aktivitas gen yang terkait dengan tekanan darah, metabolisme lemak, dan peradangan, faktor-faktor penting untuk kesehatan jantung.
Senyawa flavonoid dalam jeruk berperan sebagai antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat mempengaruhi tubuh hingga pada tingkat molekuler. Peserta penelitian menunjukkan tingkat peradangan yang lebih rendah dan fungsi pembuluh darah yang lebih sehat setelah mengonsumsi jus jeruk, meskipun responsnya bervariasi tergantung pada berat badan. Peserta dengan berat badan normal menunjukkan perubahan pada gen yang berkaitan dengan peradangan, sementara peserta dengan berat badan berlebih menunjukkan perubahan pada gen yang terkait dengan metabolisme lemak dan penggunaan energi.
Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah manfaat klinis sesungguhnya dari perubahan molekuler yang disebabkan oleh konsumsi jus jeruk. Ahli gizi juga merekomendasikan untuk mengonsumsi jus jeruk dalam jumlah yang moderat karena jeruk mengandung gula alami. Sehingga, selain memiliki potensi baik untuk kesehatan jantung, penting juga untuk memperhatikan asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.












