Di Indonesia, kondisi iklim tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi, kelembapan udara yang besar, serta suhu hangat sepanjang tahun dapat menyebabkan berbagai masalah kulit seperti kusam, flek hitam, dan sensitivitas. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perawatan kulit yang sesuai dengan karakteristik kulit tropis, banyak orang mencari produk yang tepat untuk merawat kulit mereka.
Beberapa langkah sederhana seperti menggunakan sunscreen setiap hari, menggunakan bahan pencerah yang lembut, menjaga hidrasi kulit, dan menghindari eksfoliasi berlebihan dapat membantu mengatasi masalah kulit tropis. Selain itu, gaya hidup sehat seperti hidrasi tubuh, tidur yang cukup, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Pendiri Elfisha Skin, Alfi Chantika, menyatakan bahwa masalah hiperpigmentasi dan warna kulit tidak merata sering kali disebabkan oleh sinar UV yang kuat di wilayah tropis. Maka dari itu, produk perawatan kulit yang mengandung bahan brightening lembut, menjaga hidrasi, dan memberikan perlindungan harian menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Brand lokal seperti Elfisha Skin juga mulai muncul dengan formulasi yang relevan untuk memenuhi kebutuhan perawatan kulit tropis.
Elloy Doohan, co-founder Elfisha Skin, menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia kini lebih banyak memilih produk skincare berdasarkan pengalaman pengguna lain. Hal ini juga menjadi salah satu kunci kesuksesan Elfisha Skin dalam memperluas jangkauan pasar mereka. Selain fokus pada bisnis, Elfisha Skin juga merayakan anniversary ke-4 mereka dengan cara yang unik, yaitu pagelaran wayang kulit berskala besar yang siap dicatat dalam rekor MURI. Ini menunjukkan komitmen mereka dalam merayakan kecantikan dan budaya Indonesia secara bersamaan.












