Pada hari Minggu, 30 November 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan bahwa Indonesia masih berjuang melawan penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC). Pernyataan tersebut menjadi titik perhatian bagi para pemimpin daerah untuk lebih fokus dalam penanganan TBC secara agresif. Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Murti Utami, menegaskan bahwa setiap provinsi di Indonesia saat ini tidak bebas dari TBC, sejalan dengan laporan WHO yang memperkirakan jumlah penderita TBC di Indonesia mencapai 1.080.000 orang pada tahun 2025. Murti juga mencatat delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi di Indonesia, di antaranya Provinsi Banten dan DKI Jakarta.
Dalam situasi yang semakin mendesak menuju akhir tahun, Kolaborasi lintas sektor ditekankan oleh Kemenkes untuk mencapai target penemuan kasus TBC sebesar 90 persen. Saat ini, penemuan kasus baru TBC oleh Kemenkes sudah mencapai 69-70 persen dari target pemerintah. Kemenkes juga berencana untuk mengintegrasikan indikator penanganan TBC ke dalam kriteria penilaian penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada tahun mendatang. Murti menekankan pentingnya pemerintah daerah dalam memastikan pasien TBC tidak hanya ditemukan tetapi juga menjalani pengobatan hingga sembuh. Pasien harus diobati, bukan hanya ditemukan saja.












