Di awal Desember 2025, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang dikenal sebagai Mualem, menangis saat menggambarkan dampak buruk dari banjir dan longsor yang melanda Aceh pekan sebelumnya. Mualem membagikan kisah sedih bahwa sejumlah kampung di Aceh hilang akibat bencana tersebut. Dia mengungkapkan bahwa kampung Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara, serta Bireun telah lenyap tertimbun material longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Minggu lalu. Pada kesempatan tersebut, Mualem berharap agar pihak-pihak terkait dapat bersatu untuk memberikan bantuan kepada korban yang terdampak.
Mualem menyamakan bencana banjir dan longsor di Aceh sebagai tsunami kedua, bahkan menggambarkannya sebagai lebih dahsyat daripada tsunami Aceh tahun 2004. Dia menekankan pentingnya penanganan cepat, terukur, dan tanpa jeda untuk 18 kabupaten/kota yang terdampak. Prioritas utama saat ini adalah membuka akses darat agar bantuan logistik bisa segera didistribusikan ke daerah terisolasi. Hingga hari Senin, sejumlah bantuan sudah mulai tiba di beberapa daerah terisolir seperti Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Meskipun akses masih terbatas, upaya terus dilakukan untuk membantu para korban.
Rahasia Misterius Kampung Hilang: Ke Mana Mereka Pergi?












