Penyaluran bantuan melalui udara bagi korban bencana di Sumatera menjadi perhatian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah video viral menunjukkan bantuan menjadi hancur setelah disalurkan melalui helikopter atau pesawat. Untuk mengatasi masalah ini, bantuan akan dibungkus dengan kotak yang lebih kuat dan disalurkan melalui pesawat dengan ketinggian yang lebih dekat dengan tanah. Hal ini untuk memastikan bantuan tetap terjaga saat disalurkan lewat udara.
Sementara itu, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak juga menyatakan bahwa penyaluran bantuan melalui udara merupakan tugas yang sulit. Helikopter tidak dapat mendarat di sembarang tempat sehingga menyulitkan proses distribusi. Setelah menyadari adanya bantuan yang rusak dikarenakan disalurkan melalui udara, sistem penyaluran bantuan akan dievaluasi untuk memastikan bantuan yang diterima tetap dalam kondisi baik.
Dalam penyaluran bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), video viral menunjukkan sejumlah bantuan seperti beras dan mie instan rusak karena dijatuhkan dari helikopter. Pria yang terlihat dalam video tersebut menyuarakan kekecewaannya karena bantuan yang diterima tidak dapat digunakan akibat rusak. Kejadian ini menjadi sorotan di media sosial dan diharapkan evaluasi yang dilakukan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.












