Majelis Gerakan Akhir Zaman (Majelis GAZA) baru-baru ini menggelar seminar bertajung dengan tema “Blueprint dan Roadmap Langit: Peta Jalan Indonesia dan Dunia 2025-2029 Berdasarkan Mubasyirat”. Seminar ini membahas prediksi dan analisis bencana alam yang telah terjadi serta yang akan terjadi di Indonesia dan dunia. Ketua Majelis GAZA, Diki Candra Purnama, menjelaskan bahwa acara ini didasarkan pada mimpi-mimpi yang dikumpulkan oleh Majelis GAZA sebagai kabar dari langit yang dapat menjadi kenyataan. Majelis GAZA telah mengumpulkan ribuan mimpi dari berbagai belahan dunia untuk dianalisis dan dibuktikan kebenarannya dalam peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan yang akan datang.
Dalam seminar ini, Diki Candra Purnama juga memaparkan bahwa mimpi yang dikumpulkan oleh Majelis GAZA termasuk musibah seperti letusan gunung berapi, longsor di Sumatera, dan kebakaran besar yang menewaskan ratusan orang di beberapa kota di Indonesia. Selain itu, Majelis GAZA juga memprediksi terjadinya gempa mega trust yang diperkirakan akan melanda beberapa negara dan menimbulkan korban jiwa hingga ratusan juta orang. Prediksi ini didasarkan pada analisis mimpi yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun. Majelis GAZA berkomitmen untuk terus mempelajari dan menganalisis mimpi-mimpi ini dengan harapan dapat memberikan panduan bagi umat manusia dalam menghadapi peristiwa besar yang akan datang, terutama yang berkaitan dengan bencana alam.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, ilmuwan, dan masyarakat umum yang tertarik untuk memahami lebih dalam hubungan antara mimpi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia. Ini merupakan awal dari serangkaian pembahasan lebih mendalam mengenai peta jalan Indonesia dan dunia dalam kurun waktu 2025-2029 berdasarkan Mubasyirat. Aksi kolaborasi antara Ferry Irwandi dan relawan yang telah mengumpulkan dana bantuan untuk korban bencana di Sumatera juga menjadi perhatian DPR sebagai bukti nyata dari empati terhadap korban yang membutuhkan bantuan dari berbagai pihak.












