Helmut Marko akan meninggalkan posisinya sebagai penasihat utama Red Bull di Formula 1 setelah Grand Prix Abu Dhabi yang berlangsung bulan lalu. Konfirmasi resmi itu datang setelah pembicaraan dengan manajemen Red Bull di Abu Dhabi yang juga dihadiri oleh kepala olahraga Oliver Mintzlaff. Meskipun Marko masih memiliki kontrak sampai 2026, namun pensiunnya di usia 82 tahun diumumkan secara resmi. Alasan di balik keputusan ini terkait dengan peningkatan kontrol perusahaan induk Austria atas operasi F1, yang telah berlangsung sejak transisi kekuasaan sebelumnya di sekitar Christian Horner.
Dampaknya juga terasa dalam internal tim F1 Red Bull, terutama terkait dengan penunjukan pengemudi. Marko, yang dikenal sebagai kepala program pelatihan Red Bull, selalu memiliki peran penting dalam mengambil keputusan terkait pengemudi. Namun, dalam beberapa situasi terbaru, seperti dengan pembalap Alex Dunne yang meninggalkan McLaren, posisinya mengalami penurunan. Meskipun Marko menilai Dunne cocok untuk Red Bull, manajemen tim merasa sebaliknya.
Selain itu, langkah ini juga akan memengaruhi masa depan Max Verstappen di Red Bull, yang dibesarkan oleh Marko sejak debutnya di F1. Meskipun ada kekhawatiran bahwa kepergian Marko dapat berdampak pada Verstappen, namun manajemen Red Bull telah menegaskan komitmen penuh mereka terhadap pembalap Belanda tersebut, mengingat pentingnya kontribusi Verstappen bagi kesuksesan tim di lintasan. Meskipun masih ada ketidakpastian terkait struktur kepemimpinan Red Bull tanpa Marko, warisan sang penasihat tetap mengesankan dengan rekor delapan gelar juara pembalap, enam gelar juara konstruktor, dan 130 kemenangan selama masa kepemimpinannya.












