Pada Jumat, 19 Desember 2025, polisi Singapura melakukan penangkapan terhadap Nigel Tang Wan Bao Nabil, mantan kapten kapal pesiar mewah yang dimiliki oleh Chen Zhi, yang diduga sebagai dalang dari salah satu jaringan penipuan terbesar di Asia yang beroperasi dari Kamboja.
Penangkapan Tang dilakukan pada 11 Desember setelah kembali ke Singapura dan kemudian dikonfirmasi oleh Kepolisian Singapura pada 18 Desember sebagai tindak lanjut dari pertanyaan yang diajukan oleh Bloomberg News. Tang ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana pencucian uang yang terkait dengan Chen Zhi dan perusahaan-perusahaannya, namun saat ini telah dibebaskan dengan jaminan.
Chen Zhi sendiri, yang merupakan warga negara Kamboja kelahiran China, telah didakwa oleh otoritas Amerika Serikat karena diduga memimpin jaringan kriminal transnasional yang melakukan operasi penipuan daring berskala besar dengan memanfaatkan pekerja yang diperbudak. Jaksa AS menuduh Chen dan Prince Holding Group mencuri dana korban melalui skema penipuan daring yang dikenal sebagai “penyembelihan babi” di Amerika Serikat dan negara lain, serta mencuci hasil kejahatan senilai miliaran dolar. Chen saat ini dalam status buron di Amerika Serikat.
Nigel Tang Wan Bao Nabil adalah salah satu dari tiga warga negara Singapura yang dijatuhi sanksi oleh AS pada Oktober sebelumnya karena keterkaitannya dengan Chen. Dia memiliki peran sebagai kapten kapal pesiar NONNI II milik Chen, serta pekerjaan sebagai direktur dan kepala operasional Warpcapital Yacht Management, perusahaan yang berbasis di Singapura. Selain itu, Tang juga bekerja sebagai kepala operasional Capital Zone Warehousing, perusahaan Singapura yang dijalankan oleh Chen dan mengelola gudang bebas bea untuk produk alkohol dan tembakau impor.
Aktivitas kelompok Chen dan rekan-rekannya juga sedang diselidiki oleh otoritas Singapura dan beberapa negara lain setelah diumumkannya penyitaan atau pembekuan aset senilai lebih dari US$150 juta yang diduga terkait dengan mereka. Aset-aset tersebut meliputi properti, rekening bank, kendaraan, botol minuman keras, dan sebuah kapal pesiar. Satu hal yang menarik adalah ketika pengumuman ini disampaikan, polisi melaporkan bahwa Chen dan rekan-rekannya utama tidak berada di Singapura.












