Danshari: Seni Decluttering Jepang untuk 2026

Awal tahun seringkali menjadi waktu untuk merenung, membuat resolusi baru, dan menginginkan kehidupan yang lebih teratur baik secara fisik maupun mental. Namun, bagi banyak orang, rumah yang penuh dengan barang justru menjadi penyebab stres. Lemari yang penuh, laci yang tidak terpakai, dan barang-barang yang menumpuk tanpa disadari seringkali menjadi masalah. Dalam tren decluttering, perempuan Jepang bernama Hideko Yamashita dikenal sebagai “Ratu Decluttering” dan pencetus metode danshari jauh sebelum Marie Kondo terkenal. Hideko Yamashita telah menulis buku tentang danshari sejak tahun 2009 dan karyanya telah terjual lebih dari 7 juta kopi di Jepang. Menurutnya, decluttering tidak hanya tentang membuang barang, tetapi juga menciptakan tempat bagi diri sendiri untuk kembali ke jati diri yang sejati. Danshari memiliki akar filosofi yang lebih dalam terinspirasi dari yoga dan Buddhisme, yaitu konsep dankō, shagyō, dan rigyō atau memutus, membuang, dan melepaskan. Filosofi ini lahir dari pengalaman pribadi Yamashita dalam menghadapi rumah yang penuh dengan barang dan tujuannya bukan hanya untuk rumah rapi, melainkan juga untuk hidup tanpa beban penyesalan masa lalu atau kecemasan masa depan. Danshari merupakan latihan fisik harian yang dapat diterapkan dalam kehidupan modern dan membantu seseorang untuk melepaskan keterikatan mental demi mendapatkan kebebasan batin serta hidup dengan percaya diri pada diri yang ada di sini dan saat ini.

Source link