Senin, 5 Januari 2026 – 13:04 WIB
Penyanyi sekaligus dokter, Tompi, secara tiba-tiba menyuarakan pembelaan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan hal ini mengundang perhatian publik. Kontroversi ini muncul setelah Pandji Pragiwaksono, seorang komika, melontarkan sindiran terhadap Gibran dalam pertunjukan stand up comedy yang berjudul Mens Rea, yang kini dapat disaksikan di platform Netflix. Sindiran tersebut dianggap oleh sebagian pihak telah melampaui batas ranah pribadi dan fisik, memicu perdebatan di media sosial.
Dalam penampilannya, Pandji Pragiwaksono membahas fenomena pemilihan publik terhadap pemimpin yang sering dipengaruhi oleh penampilan fisik. Dari topik ini, Pandji kemudian menyinggung figur Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan lelucon yang berkaitan dengan tampilan fisiknya. Komik tersebut mengekspresikan, ‘Atau wakil presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada, maaf. Gibran, ngantuk ya?’.
Ucapan tersebut kemudian menarik perhatian dr. Tompi, seorang dokter ahli bedah plastik yang dikenal sebagai seorang musisi. Melalui unggahan di Instagram, Tompi menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap konten komedi yang dinilai tidak memberikan kritik yang substansial. Menurutnya, sindiran itu tidak membidik kinerja atau kebijakan Gibran sebagai Wakil Presiden, melainkan fokus pada aspek fisik.
Tompi menegaskan bahwa wajah yang terlihat lelah atau mengantuk memiliki penjelasan medis yang seharusnya dipahami. Ia menjelaskan bahwa kondisi mata yang terlihat lelah dalam dunia medis disebut Ptosis, suatu kondisi anatomis yang memiliki berbagai penyebab, dan bukanlah materi lelucon. Meskipun memberikan kritik yang tajam, Tompi tetap memberikan apresiasi terhadap karya Pandji secara keseluruhan. Ia menyatakan bahwa telah menonton Mens Rea dan mendapati materi yang disajikan tetap memiliki kualitas.












