Kontroversi penggunaan kecerdasan buatan oleh chatbot AI bernama Grok milik xAI, perusahaan Elon Musk, kembali memicu perdebatan global. Fitur AI tersebut, yang disebut dapat melakukan praktik yang disebut “digital undressing”, sekarang dibatasi aksesnya setelah menerima banyak kritik. Grok sekarang membatasi sebagian fitur imagine image generation hanya untuk pelanggan X berbayar, setelah reaksi negatif terhadap permintaan pengguna untuk “melucuti pakaian digital” dari gambar orang, termasuk anak-anak. Meskipun pembatasan itu berlaku, fitur “edit image” masih dapat digunakan oleh semua pengguna dengan bantuan Grok. Elon Musk sendiri telah mengekspresikan kekecewaannya terhadap masalah keamanan Grok Imagine dan kepergian tiga anggota tim keamanan xAI. Kekhawatiran juga datang dari berbagai regulator dunia tentang perlindungan Grok dan perannya dalam memfasilitasi pornografi deepfake. Jurubicara Perdana Menteri Inggris juga mengkritik langkah X yang dinilai hanya mengubah fitur AI menjadi layanan premium.
Kontroversi Grok Batasi Fitur AI Elon Musk
Read Also
Recommendation for You

Berbelanja dengan sistem buy now, pay later semakin diminati, terutama melalui fitur Shopee PayLater. Meskipun…

Kisah menyentuh dari dunia game kembali mencuat ketika Rockstar Games memberi kesempatan seorang penggemar GTA…

Shopee PayLater hadir sebagai solusi praktis untuk berbagai kebutuhan bertransaksi secara online. Meskipun menawarkan kemudahan…

Ricky Harun disorot media setelah kabar tentang kehadirannya di sebuah tempat karaoke bersama seorang Lady…








