Kemenangan Ekstrom di Lategan: Kisah Drama dan Keberhasilan

Mattias Ekstrom dari Ford berhasil meraih kemenangan di Etape 7 Dakar 2026 setelah Henk Lategan mengalami masalah dan kehilangan lebih dari 10 menit di bagian akhir. Pada awalnya, Lategan memimpin dan berpeluang besar untuk menjadi pemenang etape serta memuncaki klasemen keseluruhan. Namun, keunggulan 1:46 atas Ekstrom hilang saat Lategan kehilangan seluruhnya dalam perjalanan menuju garis finis etape antara Riyadh dan Wadi Ad-Dawasir.

Ekstrom kemudian berhasil meraih kemenangan etape dengan selisih 4:27 atas Joao Ferreira (Toyota), sementara Lategan tergelincir ke posisi 13 di akhir etape dengan selisih waktu 8:35 dari pembalap Ford. Tidak hanya itu, Lategan juga kehilangan posisi teratas dalam klasemen keseluruhan. Meskipun sempat unggul dari Nasser Al-Attiyah, kehilangan waktu di bagian akhir etape membuatnya turun ke posisi keempat secara keseluruhan.

Setelah perlombaan, Lategan menjelaskan bahwa kerusakan damper membuatnya kehilangan waktu yang signifikan. Meskipun demikian, ia tidak terlalu kecewa dengan hasilnya karena insiden tersebut terjadi di tanjakan saat damper mobilnya pecah. Kerusakan tersebut mengharuskan Lategan dan tim untuk mengganti damper, memerlukan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya.

Perubahan posisi yang terjadi akibat kesulitan Lategan membuat Mitch Guthrie finis ketiga di etape ini, diikuti oleh Toby Price. Mathieu Serradori terus menunjukkan performa yang memukau untuk Century Racing dengan finis di peringkat delapan, sementara pasangan Ford, Carlos Sainz Sr dan Nani Roma, melengkapi 10 besar. Al-Attiyah tetap di puncak klasemen meskipun finis di posisi ke-11 di etape ini, tetapi kesempatannya terus diperbesar oleh Ekstrom yang kini menjadi pesaing terdekatnya.

Klasemen keseluruhan menunjukkan Al-Attiyah masih memimpin diikuti oleh Ekstrom dan Roma. Lategan turun ke posisi keempat, sementara Sainz dan Loeb berada di posisi kelima dan keenam. Guthrie dan Serradori juga memperlihatkan performa yang baik di etape ini. Melihat saingan yang semakin ketat, persaingan untuk posisi teratas di Dakar 2026 semakin panas.

Source link