Menjelang dimulainya musim balap Formula 1 yang baru, banyak pandangan bermunculan mengenai perkiraan lintasan, kekuatan tim, isu-isu, keraguan, dan rumor yang tersebar mengenai tim yang dianggap unggul daripada yang lain. Namun, suara yang paling dianggap berwibawa saat ini adalah Helmut Marko, seorang mantan anggota Red Bull Racing yang baru saja meninggalkan tim tersebut beberapa waktu yang lalu. Dengan pengalamannya yang luas selama dua dekade di paddock, Marko memberikan perspektif yang matang dan mendalam mengenai RB22 dan mesin baru dari Red Bull Powertrains yang dikembangkan bersama Ford Racing.
Menurut Marko, perkembangan yang terjadi pada mobil balap telah membuat jarak antara tim semakin dekat, dengan selisih waktu yang sangat tipis. Namun, ia juga mengekspresikan kekhawatirannya bahwa kemungkinan besar jarak antara mobil akan semakin melebar dengan adanya faktor-faktor seperti mesin, baterai, perangkat lunak, dan bahan bakar ramah lingkungan yang harus dipertimbangkan. Meskipun Mercedes dikabarkan lebih unggul dalam pengembangan mesin, Marko berharap agar tidak terjadi kesenjangan yang besar seperti pada tahun 2014.
Dengan adanya perubahan regulasi yang signifikan, Marko meyakini bahwa mobil balap akan semakin tersebar jauh, terutama karena faktor-faktor seperti sasis dengan sayap fleksibel dan performa baterai yang sangat penting. Jika skenario ini benar-benar terjadi, FIA diharapkan akan merespons dengan tepat. Namun, perubahan aturan mesin tidak dapat dilakukan secara cepat karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam pandangannya, ini adalah tantangan besar yang harus dihadapi para tim dalam menyatukan berbagai elemen untuk meraih kesuksesan di lintasan.












