Identifikasi semua korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Makassar telah selesai dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan Basarnas pun berakhir setelah seluruh 10 korban berhasil diidentifikasi. Tim SAR Gabungan menyerahkan tujuh kantong jenazah kepada Tim DVI pada Jumat, 23 Januari 2026, dan proses identifikasi berlangsung intensif sejak saat itu. Dokter Polisi Muhammad Haris menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan metode ilmiah seperti pencocokan data antemortem dan postmortem, termasuk sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis korban. Identitas tujuh korban terakhir, seperti Yoga Nauval Prakoso, Hariyadi, Muhammad Farhan Gunawan, Ferry Irawan, Dwi Mardiono, Restu Adi Pribadi, dan Andy Dahananto berhasil terungkap. Sebelumnya, tiga korban lainnya juga sudah teridentifikasi, yaitu Dede Maulana, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas untuk memastikan semua korban teridentifikasi dengan akurat.
Identitas 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Terungkap
Read Also
Recommendation for You

Dr. Piprim Basarah Yunarso, seorang dokter konsultan jantung anak dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia…

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk meniadakan aturan ganjil genap selama dua hari libur peringatan…

Penyerangan yang menyertai penembakan pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Karowai dilakukan oleh 20 anggota…

Polda Metro Jaya merespons permintaan Roy Suryo Cs terkait status tersangkanya dicabut dalam kasus tudingan…








