Sean Gelael dan AF Corse 51 Sukses Tuntaskan ALMS 2025-2026

Sean Gelael, Davide Rigon, dan Charly Samani bekerja keras sepanjang akhir pekan 4 Hours of Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina. AF Corse 51, tim yang turun di kategori GT, mengalami masalah yang mengharuskan mereka untuk mengganti mesin Ferrari pada Race 5 karena kecepatan maksimum mereka jauh di bawah lawan sekelasnya. Data telemetri menunjukkan bahwa mereka hanya mencapai kecepatan tertinggi 259 km/jam, sementara mobil lawan, seperti BMW, mencapai 270 km/jam. Akibatnya, tim harus puas dengan posisi ke-17.

Namun, hasil buruk tersebut justru menjadi motivasi bagi Sean Gelael, Davide Rigon, dan Charly Samani untuk tampil lebih baik di balapan pamungkas dan menebus kekecewaan mereka. Rigon bahkan sudah mencoba mesin yang baru dipasang pada sesi warm-up dan mengatakan performanya sudah bagus meskipun ada beberapa jaringan kabel yang perlu diperbaiki.

Pada balapan, Samani memulai dari posisi ke-15 dan sesi sempat dihentikan setelah terjadi tabrakan antara mobil Kessel Racing 15 dari kelas GT dengan Algarve Pro Racing 25 dari kelas LMP2. Para peserta harus menunggu selama 70 menit untuk perbaikan lintasan dan pagar pengaman yang rusak akibat tabrakan tersebut.

Tentu saja, perubahan strategi dibutuhkan karena durasi balapan berkurang drastis akibat hentian. Meskipun begitu, Sean Gelael mampu memimpin timnya dengan baik dan berhasil naik ke posisi kelima pada akhir balapan. Di sisi lain, Ecurie Ecosse Blackthorn 56 meraih kemenangan di kelas GT, sementara DKR Engineering 3 dan 23Events Racing 23 keluar sebagai pemenang dari kelas LMP2 dan LMP3.

Dengan segala tantangan dan kesulitan yang dihadapi sejak awal musim, Sean Gelael bersyukur bahwa mereka berhasil menyelesaikan musim dengan finis di posisi kelima. Gelael juga mengucapkan terima kasih kepada tim AF Corse dan rekan-rekannya atas semua hasil yang telah dicapai. Satu hal yang pasti, mereka telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa dalam menyelesaikan kompetisi ini.

Source link