Honda merasa positif setelah mengakhiri tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang. Perbaikan pada RC213V terlihat menjanjikan, terutama setelah hasil tes kolektif pertama musim dingin. Meskipun demikian, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan terkait posisi Honda di awal musim ini.
Pada shakedown di Malaysia, Joan Mir menjadi referensi utama HRC dengan waktu terbaik di hari kedua, meskipun hujan turun. Pada hari penutupan tes yang juga termasuk ‘time attack’ dan simulasi balapan, Mir berhasil menduduki peringkat kesembilan, hanya berjarak kurang dari satu detik dari Alex Marquez yang menunjukkan dominasi Ducati. Meskipun prestasi Mir menunjukkan perbaikan, ia tetap realistis bahwa Honda belum siap bersaing dengan Desmosedici.
Alberto Puig, manajer tim Honda, juga menyatakan keyakinannya terhadap peningkatan RC213V setelah tes di Sepang. Puig, yang dikenal realistis, kali ini menyatakan optimisme atas performa motor yang sudah meningkat dalam berbagai aspek. Joan Mir menyatakan bahwa upaya penyempurnaan motor melibatkan perubahan halus namun signifikan yang telah memberikan hasil positif.
Meskipun Honda terlihat semakin kompetitif, Puig tidak mempertaruhkan target kemenangan sebagai fokus utama. Ia lebih pragmatis dengan menargetkan posisi enam atau tujuh besar secara konsisten, bersaing di grup depan, dan meraih podium. Dani Pedrosa, sebagai penguji KTM yang dulunya merupakan anak didik Puig, juga memperhatikan peningkatan signifikan yang dibuat Honda pada musim dingin ini.
Terlepas dari apresiasi dari berbagai pihak atas kemajuan Honda, harapan untuk bersaing dengan Ducati tetap realistis. Meskipun target kemenangan tetap menjadi tujuan jangka panjang, Honda berfokus pada perbaikan motor dan konsistensi dalam meraih hasil di musim yang akan datang.












