Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas masih menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah kontroversi seputar ucapannya tentang kewarganegaraan yang viral dan memicu reaksi negatif. Namun, kini perhatian publik beralih pada rekam jejak akademiknya sebagai penerima beasiswa negara dari LPDP. Polemik ini dimulai dari unggahan media sosial yang menampilkan Tyas saat menerima paspor Inggris untuk anak keduanya. Video tersebut kini telah dihapus, namun ucapan kontroversial Tyas tentang kewarganegaraan kedua anaknya menuai kritik tajam. Pernyataan tersebut dianggap sebagian publik sebagai sikap yang merendahkan identitas kewarganegaraan Indonesia. Sebagai alumnus LPDP, Tyas disorot atas etika seorang penerima beasiswa negara yang didanai oleh uang rakyat. Berdasarkan latar belakang akademiknya, Dwi merupakan lulusan Teknik Kimia dari ITB dan melanjutkan pendidikan magister di TU Delft, Belanda, dengan fokus pada Sustainable Energy Technology, yang didanai penuh oleh LPDP pada 2015. Respons dari publik semakin keras, mempertanyakan bagaimana seorang penerima dukungan finansial negara dapat melontarkan pernyataan yang terkesan ingin menjauh dari Indonesia. Dalam klarifikasi tertulis yang diberikan pada tanggal 20 Februari 2026, Tyas menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran kontrak beasiswa dan bahwa dia telah menuntaskan kewajiban pengabdian kepada Indonesia selama enam tahun. Ia juga menjelaskan bahwa kepindahannya ke Inggris saat ini terkait dengan studi doktoral di University of Oxford, yang tidak didanai oleh LPDP.
Rekam Jejak Pendidikan Tyas: Viral Soal Anak WNI – Berita Terkini
Read Also
Recommendation for You

Pada hari ke-24 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Indonesia tetap berkomitmen menjalankan…

Setelah kepergian suaminya, Vidi Aldiano, Sheila Dara Aisha kembali menjadi perbincangan di media sosial karena…

Kisruh rumah tangga mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela kembali menjadi sorotan publik setelah nama seorang…

Karakter Umma dalam serial animasi Nussa kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah pengakuan yang…








