Tasya Kamila, seorang alumni beasiswa LPDP yang baru saja menyelesaikan studi magister di Columbia University, New York, AS, tengah menjadi pusat perbincangan. Kritik muncul setelah akun TikTok @gheovannymethamia mempertanyakan kontribusi Tasya bagi Indonesia setelah menggunakan dana publik untuk pendidikan di luar negeri. Salah satu kritik utama adalah bahwa penerima beasiswa seperti Tasya seharusnya memberikan dampak yang lebih strategis dan terukur dengan jumlah dana yang besar yang diterimanya. Meskipun Tasya telah membagikan sejumlah program sosial yang ia klaim telah dilakukan, beberapa pihak meragukan keberhasilan dan relevansinya dalam memberikan kontribusi yang signifikan. Kritik ini juga menyoroti apakah gelar dan pendidikan di luar negeri seperti di Columbia University benar-benar diperlukan untuk melakukan kegiatan sosial yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Kontroversi ini pun memicu perdebatan di media sosial antara mereka yang setuju bahwa evaluasi kontribusi alumni LPDP perlu dilakukan secara transparan dengan mereka yang merasa kritik tersebut terlalu menggeneralisasi. Meskipun demikian, tetap terbuka kemungkinan bahwa kritik tersebut dapat mendorong LPDP untuk melihat kembali standar kontribusi para awardee guna memastikan bahwa investasi dana publik difokuskan pada sektor yang memberikan perubahan struktural jangka panjang bagi negara.
Tasya Kamila: Kontribusi Alumni LPDP Dicela Sebagai Ibu-ibu PKK Sampah!
Read Also
Recommendation for You

Pada hari ke-24 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Indonesia tetap berkomitmen menjalankan…

Setelah kepergian suaminya, Vidi Aldiano, Sheila Dara Aisha kembali menjadi perbincangan di media sosial karena…

Kisruh rumah tangga mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela kembali menjadi sorotan publik setelah nama seorang…

Karakter Umma dalam serial animasi Nussa kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah pengakuan yang…








