Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an, di mana kitab suci turun sebagai petunjuk bagi umat manusia. Amalan yang sangat dianjurkan selama Ramadhan adalah membaca Al-Qur’an, bahkan menargetkan khatam satu kali atau lebih sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah. Mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan bukan hanya budaya, tetapi juga memiliki dasar kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah sendiri menjadi teladan dalam bertadarus Al-Qur’an. Setiap malam di bulan Ramadhan, beliau bertadarus bersama Malaikat Jibril. Bahkan, Nabi mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap tahun di bulan Ramadhan, bahkan dua kali menjelang wafatnya. Ini menunjukkan bahwa khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki landasan langsung dari praktik Rasulullah.
Memperbanyak bacaan Al-Qur’an di malam hari juga dianjurkan, seperti yang disampaikan oleh Ibnu Rajab al-Hanbali. Tadarus lebih baik dilakukan pada malam hari karena suasana lebih tenang dan minim gangguan. Banyak umat Islam memanfaatkan waktu setelah tarawih atau pada sepertiga malam terakhir untuk menyelesaikan target bacaan hingga khatam.
Semangat mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan juga ditunjukkan oleh para sahabat dan ulama salaf. Mereka meningkatkan intensitas bacaan Al-Qur’an secara signifikan ketika Ramadhan tiba. Dengan demikian, membaca Al-Qur’an dan mengkhatamkannya di bulan Ramadhan adalah amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai ibadah yang tinggi bagi umat Islam.












