Intelijen Amerika Serikat memberikan laporan kepada Presiden Trump bahwa Ayatollah Ali Khamenei dari Iran meragukan kemampuan putranya untuk menggantikannya sebagai pemimpin. Ayatollah Mojtaba Khamenei dianggap kurang cerdas dan tidak layak oleh ayahnya untuk mengambil alih kekuasaan. Meskipun dipilih oleh Dewan Ulama Iran sebagai Pemimpin Tertinggi, Trump meragukan kepentingan informasi tentang Mojtaba Khamenei, memandang bahwa Iran saat ini tanpa pemimpin yang jelas. Pemerintahan AS mencatat bahwa saat ini Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memegang kontrol, sehingga persepsi politik di Iran berubah. Trump secara publik menyatakan keraguan Khamenei terhadap putranya, menyebut pemimpin baru Iran sebagai sosok ‘ringan’ yang tidak cukup kuat untuk memimpin negara sebesar Iran. Sebelumnya, pemerintah AS menawarkan hadiah untuk informasi tentang lokasi Mojtaba Khamenei dan pejabat Iran lainnya. Duta Besar Iran untuk Rusia menuduh AS sebagai dalang di balik serangan sekolah di Iran selatan.
Apa yang Terjadi Jika Mojtaba Khamenei Menggantikan Ali Khamenei?
Read Also
Recommendation for You

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung hingga saat ini. Ketua Parlemen Iran, Mohammad…

Senin, 20 April 2026, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh komunitas…

Sebuah dugaan perselingkuhan antara oknum prajurit TNI dengan seorang Bhayangkari di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara,…









