Berita  

Iran Geser Strategi dalam Konflik AS: Analisis Terbaru

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung hingga saat ini. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, baru-baru ini menegaskan bahwa Iran tidak akan mengadakan negosiasi dengan AS jika dilakukan di bawah tekanan atau ancaman. Qalibaf juga mempertanyakan kebijakan yang diambil oleh Presiden Donald Trump, menyebutnya tidak realistis. Hal ini disampaikan Qalibaf di media sosialnya sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat, yang mencakup blokade laut dan serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Oman.

Menurut negosiator utama Iran dengan AS, taktik tekanan yang dilakukan oleh AS tidak akan berhasil dalam proses perundingan putaran kedua. Dia menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima negosiasi di bawah ancaman apapun dan telah mempersiapkan strategi baru di medan perang. Pernyataan tersebut muncul di tengah ketidakpastian mengenai putaran berikutnya dari perundingan antara Teheran dan Washington, setelah terjadinya insiden di laut yang melibatkan militer AS dan Iran.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menolak ancaman dari Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai taktik tekanan semata. Delegasi Amerika dijadwalkan untuk melanjutkan putaran negosiasi dengan delegasi Iran di Islamabad. Meskipun demikian, Trump tetap memberikan pernyataan bernada perang di media sosialnya, mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika tawaran kesepakatan yang diajukan tidak diterima. Tindakan agresif AS di laut juga terus berlangsung, dengan menargetkan kapal dagang Iran secara terang-terangan melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Source link