McLaren Racing: Dari Kesombongan Darth Vader Menuju Keberagaman
Pada acara Autosport Business Exchange di Miami, CEO McLaren Racing, Zak Brown, duduk bersama Koresponden dan Presenter Formula 1, Lawrence Barretto, untuk berbincang-bincang secara intim. Zak Brown menyampaikan sebuah analogi yang menarik perhatian.
“Pabrik kami luar biasa, mirip Star Wars. Saya merasa kami seperti Darth Vader,” ujar Brown menggambarkan budaya McLaren di tahun-tahun sebelumnya. “Kami gelap, tidak ramah, dan sepertinya, mari kita berpindah ke sisi Luke Skywalker — hangat, ramah, dan inklusif.”
Tantangan Budaya McLaren
Pernyataan jujur dari CEO salah satu tim F1 terkenal ini menggambarkan bagaimana orang-orang merasa di luar lingkaran mereka. Sebuah pengakuan bahwa identitas McLaren selama ini dibangun dari keunggulan klinis, yang menonjolkan presisi dan dominasi lebih dari pada kehangatan.
Brown kemudian menjelaskan bagaimana McLaren berusaha berubah dari situasi tersebut. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menampilkan dua perempuan dalam F1 Academy, seri balap single-seater wanita di Formula 1.
Transformasi Menuju Keberagaman
Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas. Program Scholars McLaren, yang dimulai dengan 60 Wanita Scholar pada ulang tahun ke-60 tim, telah berkembang menjadi rencana yang lebih inklusif, di luar pembalap hingga masuk ke bidang teknik dan bisnis.
McLaren bertujuan untuk memiliki 40% tenaga kerja dari kelompok masyarakat yang kurang terwakili pada akhir dekade ini. Sebuah kontras yang signifikan jika dibandingkan dengan hanya 10% yang dicapai belum lama ini.
Michelai Graham, seorang jurnalis freelance, bakat di depan kamera, dan strategis digital berbasis di New York City, menyampaikan liputannya mengenai teknologi, hiburan, bisnis, dan budaya Formula 1.












