Kondisi Keluarga Pasien Anak di Indonesia: Tidur di Masjid dan Selasar Rumah Sakit

Masalah Keluarga Pasien Anak di Indonesia: Mencari Tempat Istirahat yang Layak

Persiapan menghadapi seorang anak yang sakit dan harus menjalani pengobatan jangka panjang membawa sejumlah tantangan, terutama bagi keluarga yang harus datang dari luar kota. Tidak semua orang tua pasien anak memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pengobatan di rumah sakit rujukan.

Situasi Keluarga Pasien Anak di Indonesia

Di Indonesia, banyak keluarga pasien anak yang harus memutar otak mencari tempat beristirahat yang layak saat mendampingi buah hati menjalani pengobatan. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa tidur di selasar rumah sakit, masjid, atau bahkan pom bensin agar tetap berada dekat dengan sang anak yang sedang berjuang melawan penyakit kronisnya.

Data internal RS Kemenkes Surabaya mencatat bahwa sekitar 70 persen pasien anak berasal dari luar daerah seperti Banyuwangi, Jember, Madiun, hingga Madura. Perjalanan jauh dan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan layanan kesehatan bagi anak mereka menjadi beban tersendiri bagi keluarga pasien.

Tantangan Emosional dan Finansial

Tak hanya harus menghadapi tekanan emosional akibat kondisi anak, keluarga pasien juga dibebani oleh biaya hidup selama mendampingi proses pengobatan. Biaya akomodasi dan konsumsi selama sebulan bisa mencapai angka yang tidak sedikit, yaitu sekitar Rp8,5 juta.

Elfridus, salah satu orang tua pasien anak yang pernah merasakan kondisi ini saat mendampingi anaknya yang mengidap leukemia, mengungkapkan bahwa beban terbesar bukan hanya pada aspek finansial, tetapi juga rasa lelah dan kebingungan karena harus berada jauh dari rumah.

Peran Rumah Singgah dalam Proses Pengobatan

Ketua Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC), Caroline Djajadiningrat, menjelaskan bahwa keberadaan rumah singgah tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, melainkan juga ruang pemulihan emosional bagi anak dan keluarga.

Rumah singgah diharapkan dapat memberikan suasana nyaman dan hangat seperti di rumah. Hal ini penting untuk menjaga kondisi emosional anak selama proses pengobatan, di mana kedekatan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis anak yang sedang menjalani terapi medis dalam jangka panjang.

Source link