Johann Zarco Ungkap Detil Mengerikan Kecelakaan di Grand Prix Catalunya
Pembalap LCR MotoGP, Johann Zarco, akhirnya angkat bicara mengenai kecelakaan mengerikannya pada Minggu lalu dalam Grand Prix Catalunya yang membuatnya tercebur di lintasan.
Berada di posisi kelima, Zarco yang berhasil mempertahankan posisi kualifikasi di paruh pertama balapan, justru tak bisa melewati tikungan pertama ketika balapan restart dimulai.
“Saya tertarik masuk oleh Marini dan tidak bisa berhenti tepat waktu untuk menghindarinya,” ungkap Zarco kepada surat kabar asal Prancis, L’Equipe. Ia kemudian tersangkut di motor Ducati milik Francesco Bagnaia dan terjatuh bersama motor tersebut.
Seketika Tergantung di Motor Lawan
Dalam rentetan peristiwa langka tersebut, Zarco terlempar oleh Ducati yang tak terkendali ke jeruji pengaman, bergantung pada motor tersebut dengan kakinya yang terperangkap di antara roda, jok, dan knalpot.
Ketika motor akhirnya berhenti, Zarco tergeletak terlentang dengan kakinya yang terjepit di Ducati. Ia segera mendapatkan pertolongan dari Bagnaia, Marini, dan para marshal yang segera menyemut di area run-off.
Meskipun sadar, rasa sakit yang tak tertahankan dirasakan oleh Zarco. “Saya terjebak di jeruji pengaman, menjerit kesakitan, kakiku mulai terbakar, dan semua orang di sekitar takut untuk menyentuhku,” katanya.
Setelah dievakuasi ke pusat medis sirkuit dan kemudian ke rumah sakit, diketahui bahwa Zarco mengalami “patah tulang kecil” di fibula dekat pergelangan kakinya yang terperangkap di Ducati, namun yang lebih parah adalah kerusakan pada ligamen anterior, posterior, dan meniskus medial di lutut kirinya.
Menyesali Keputusan di Balapan Kedua
Setelah kecelakaan dramatis ini, beberapa pihak mempertanyakan jarak grid start yang terlalu jauh dari tikungan pertama di sirkuit Barcelona, memungkinkan motor untuk mengembangkan kecepatan terlalu tinggi sebelum membelok ke kanan, bahkan meragukan kecerobohan para pembalap.
Ketika melihat ke belakang, Zarco hanya menyesali keputusannya untuk kembali membalap setelah sebelumnya terkena serpihan di kecelakaan utama yang melibatkan Alex Marquez dan Pedro Acosta.
Setelah semalam di rumah sakit, Zarco kembali ke Prancis dan akan menjalani perawatan di Lyon oleh Dr. Bertrand Sonnery-Cottet, spesialis lutut, sebelum menjalani operasi akhir pekan ini.
Pertama kalinya dalam kariernya, pemenang Grand Prix Prancis 2025 ini siap untuk pemulihan yang panjang, yang durasinya baru akan diketahui setelah operasi dilakukan.












