3 Warga Biak Hilang Setelah Ledakan Bom Bekas Perang Dunia II
Pada hari Minggu, 31 Mei 2026, ledakan bom bekas Perang Dunia II terjadi di Biak, Papua. Insiden ini mengakibatkan lima orang meninggal, termasuk seorang anak-anak, dan tiga warga lainnya dilaporkan hilang. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyatakan bahwa tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian untuk menemukan tiga warga yang hilang.
Pencarian Terpusat di Sekitar Pantai
Kapolres Ari menyebutkan bahwa wilayah sekitar tempat kejadian perkara masih dianggap belum aman, sehingga pencarian lebih difokuskan di bagian pantai. Sejauh ini, proses pencarian masih dipersulit oleh kondisi di TKP yang masih belum steril.
Di sepanjang pantai Biak, pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polres Biak Numfor, Kodim Biak, serta pihak terkait lainnya. Selain itu, tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua juga akan melakukan sterilisasi di TKP sebelum proses pencarian dimulai.
Lima Orang Meninggal dalam Ledakan Bom
Saat ledakan bom bekas PD II terjadi di kompleks perikanan jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Biak, lima orang tewas akibat insiden tersebut. Para korban meninggal dalam kejadian tersebut adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Dengan masih adanya tiga warga yang hilang, harapan terus dipanjatkan agar proses pencarian berjalan lancar dan para korban segera ditemukan. Pihak berwenang juga akan melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab pasti dari ledakan bom tragis ini.












