Pemuda Garut Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja ABK Cumi di Muara Angke
Seorang pemuda berusia 24 tahun asal Garut, Jawa Barat, berinisial DS, dilaporkan menjadi korban penipuan terkait lowongan kerja anak buah kapal (ABK) untuk kapal cumi di Muara Angke, Jakarta Utara.
Modus Penipuan Berkedok Lowongan Kerja
DS tergiur dengan iklan lowongan kerja yang dipasang di media sosial terkait pekerjaan ABK kapal cumi. Di dalam iklan tersebut tertera gaji pokok sebesar Rp1,2 juta dengan tambahan persentase dari hasil tangkapan cumi dan ikan saat berlayar. Selain itu, terdapat iming-iming kontrak tanda tangan sehari sebelum berlayar dan kasbon senilai Rp4-5 juta.
Kecurigaan DS mulai muncul ketika ia tiba di mess pekerja di Muara Angke dan menemukan bahwa informasi yang sebelumnya diterimanya tidak sesuai dengan kenyataan. Mulai dari potongan kasbon untuk biaya keseharian yang tidak transparan hingga pemotongan untuk keperluan lainnya.
DS merasa kecewa dengan situasi tersebut sehingga melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Ia juga melibatkan layanan 110 untuk mendapatkan bantuan.
Tindakan Polisi dan Penyelesaian Masalah
Menyikapi laporan yang diterima, polisi dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka menemukan bahwa tidak hanya DS yang menjadi korban, tetapi juga sejumlah calon ABK lainnya yang turut merasa ditipu dengan modus yang serupa.
Pihak berwenang kemudian membawa DS dan pemilik mess untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Akhirnya, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Biaya-biaya yang sebelumnya menjadi sengketa, seperti biaya travel, makan, dan tiket kapal, akhirnya ditanggung oleh pemilik mess.
DS akhirnya dapat pulang ke keluarganya setelah penyelesaian masalah ini. Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa terus melakukan penyelidikan terkait kasus penipuan dengan modus lowongan kerja di media sosial yang semakin marak terjadi.










