Mengapa Banyak Orang Kesulitan Mengatakan ‘Tidak’: Alasan dan Dampaknya
Sabtu, 20 Juni 2026 – 20:00 WIB
Hubungan dan Kebutuhan Akan Koneksi Sosial
Mengatakan ‘tidak’ terkadang bisa menjadi sesuatu yang sulit bagi sebagian besar orang. Kita cenderung merasa bahwa menolak permintaan atau ajakan bisa mengganggu hubungan sosial yang sudah terjalin. Kebutuhan akan merasa terhubung dengan orang lain sering kali membuat kita enggan untuk menolak permintaan dari mereka. Dr. Vanessa Bohns, seorang profesor manajemen di University of Waterloo, Kanada, mengungkapkan bahwa koneksi sosial menjadi kebutuhan mendasar manusia dan mengatakan ‘tidak’ bisa dianggap sebagai ancaman terhadap keterhubungan tersebut.
Ketakutan akan Konflik dan Kebutuhan Akan Penerimaan
Berbagai alasan mengapa seseorang sulit mengatakan ‘tidak’ meliputi ketakutan akan konflik, keinginan untuk disukai oleh orang lain, dan kebutuhan akan penerimaan dari lingkungan sekitar. Budaya yang memuja kesempatan dan mengagungkan kata ‘ya’ turut mempengaruhi pola pikir kita. Konselor dan pelatih karier, Dara Blaine, menyatakan bahwa dalam budaya tersebut, seseorang yang selalu menerima ajakan dianggap sukses.
Dampak pada Hidup dan Karier
Penerimaan setiap kesempatan atau pekerjaan tanpa pernah menolak dapat berdampak negatif pada hidup dan karier seseorang. Meskipun terlihat seperti hal yang positif, telapak tangan yang selalu terbuka untuk segala kesempatan juga bisa menjadi beban tersendiri. Ketika seseorang belajar untuk mengatakan ‘tidak’, hal tersebut justru bisa membawa perkembangan yang lebih pesat.
Perempuan seringkali mengalami kesulitan lebih besar dalam mengatakan ‘tidak’. Berbagai alasan seperti menjaga perasaan orang lain, menghindari konflik, atau memprioritaskan kebutuhan dan perasaan orang lain di atas diri sendiri sering menjadi faktor utama. Selain itu, tekanan dari pesan-pesan yang diterima sejak kecil juga ikut memengaruhi kemampuan perempuan dalam mengungkapkan penolakan.












