Sabrina Chairunnisa Memilih Summer School di Korea Sebagai Proses Penyembuhan Diri
Pada Rabu, 15 Juli 2026, Sabrina Chairunnisa mengungkap bahwa keputusannya untuk mengikuti program summer school di Korea Selatan bukan sekadar untuk mengejar pengalaman akademis belaka. Lebih dari itu, keberangkatannya ke Negeri Ginseng merupakan bagian dari persiapan akan kehidupan tanpa kehadiran Deddy Corbuzier.
Persiapan Menghadapi Hidup Tanpa Deddy Corbuzier
Sabrina Chairunnisa membagikan pengakuan ini dalam percakapan di kanal YouTube Grace Tahier. Ia mengungkap bahwa menjelang periode perceraian merupakan waktu yang penuh tantangan secara emosional, mengingat hubungan panjang yang telah dijalani bersama Deddy Corbuzier.
Pasangan ini sudah menjalin hubungan selama sembilan tahun sebelum menikah dan rumah tangganya berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Kehidupan bersama dalam lamanya waktu tersebut membuat Sabrina menyadari bahwa banyak rutinitas sehari-hari telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Proses Penyembuhan dan Persiapan Mental
Mengungkapkan ketakutannya akan kehilangan pola hidup yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun, Sabrina Chairunnisa mengatakan bahwa masa lalu yang panjang dengan Deddy membuat dirinya sangat tergantung pada keberadaan pasangannya dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Ia kemudian memberikan contoh mengenai rutinitas sederhana bersama Deddy yang terputus ketika mereka memutuskan berpisah. Kebiasaan berbincang setelah bangun tidur, yang biasa dilakukan bersama setiap pagi, tiba-tiba harus dihadapkan pada keheningan pagi yang sepi.
Sabrina memilih mengambil langkah penting untuk proses penyembuhan diri dengan meminta izin pada Deddy untuk mengikuti program summer school di Korea Selatan. Bagi banyak orang, kepergian Sabrina ke Korea mungkin dianggap hanya sebagai langkah pendidikan singkat, namun ternyata keputusan tersebut merupakan bagian dari persiapan mental menghadapi kehidupan baru yang menantinya.












