Berita  

Sinergi Pemerintah, Penegak Hukum & Masyarakat Lawan Korupsi

Pemberantasan Korupsi: Komitmen Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat

Penguatan komitmen pemerintah, penegak hukum, dan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi, kembali menjadi sorotan bagi masyarakat luas, termasuk dari kalangan akademisi.

Akademia Sebagai Pilar Pemberantasan Korupsi

Menurut Dr. Gaza Carumna Iskadrenda dari Universitas Diponegoro, pemberantasan korupsi membutuhkan regulasi yang kuat, kelembagaan penegak hukum yang efektif, dan budaya hukum yang menjunjung integritas. Hal ini disampaikannya dalam talk show Ruang Nalar (RN Talks) bertajuk “Fakta Komitmen Kuat Pemerintah dalam Memberantas Kasus Korupsi di Indonesia”, yang digelar di Semarang.

Sinergi Pemerintah, Penegak Hukum, dan Masyarakat

Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa korupsi telah menghambat pembangunan sumber daya manusia dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, pemberantasan korupsi memerlukan komitmen bersama melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Yoga Putra Prameswari, akademisi FISIP Universitas Diponegoro, menilai bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan komitmen politik, keterbukaan informasi, dan pengawasan publik. Melalui penegakan sanksi yang tegas, adil, dan konsisten, serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya pemberantasan korupsi dapat semakin efektif.

Para pakar hukum, akademisi, dan praktisi pemerintahan sepakat bahwa sinergi antara pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam pemberantasan korupsi. Dukungan penuh dari semua pihak akan memperkuat integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjaga kehormatan negara.

Source link