Batasi Konsumsi Matcha untuk Ibu Menyusui: Rujukan Aman Kafein

Matcha Sebagai Minuman Favorit Selama Menyusui

Jakarta (ANTARA) – Matcha kini menjadi salah satu minuman favorit banyak orang. Rasanya yang khas, kandungan antioksidannya yang tinggi, serta efek menyegarkan dari kafein membuat minuman asal Jepang ini semakin digemari. Namun, bagi ibu menyusui, muncul pertanyaan apakah matcha aman dikonsumsi dan apakah kandungan kafeinnya dapat memengaruhi bayi.

Matcha Aman Dikonsumsi dalam Jumlah yang Wajar

Para ahli menyebutkan bahwa ibu menyusui masih dapat mengonsumsi matcha selama total asupan kafein harian tidak melebihi batas yang direkomendasikan. Hampir semua yang dikonsumsi ibu menyusui, termasuk kafein, dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah tertentu dan kemudian dikonsumsi oleh bayi.

Sebagian kecil kafein dari matcha akan terserap ke dalam aliran darah ibu menyusui dan diteruskan ke ASI, tetapi jumlahnya relatif kecil. Sekitar 1 hingga 1,5 persen dari total kafein yang dikonsumsi ibu akan berpindah ke ASI, dan sebagian besar bayi sehat tidak mengalami masalah apabila ibu mengonsumsi kafein dalam batas yang dianjurkan.

Jumlah Matcha yang Aman Dikonsumsi

Satu hingga dua cangkir matcha per hari umumnya masih dianggap aman bagi sebagian besar ibu menyusui, selama tidak disertai konsumsi minuman berkafein lain dalam jumlah berlebihan. Satu cangkir matcha tradisional mengandung sekitar 68 miligram kafein, dan rekomendasi adalah membatasi konsumsi kafein hingga maksimal 300 miligram per hari.

Matcha mengandung L-theanine, asam amino alami yang dapat memperlambat penyerapan kafein sehingga efeknya lebih stabil dibanding kopi. Meskipun demikian, efek kafein dalam matcha tetap harus diperhitungkan sebagai bagian dari total konsumsi kafein harian.

Pilih Waktu yang Tepat dan Kenali Tanda Sensitivitas Bayi

Para ahli menyarankan agar matcha diminum pada pagi atau siang hari dan dihindari saat malam hari. Waktu mengonsumsi matcha juga perlu diperhatikan untuk menjaga pola tidur ibu dan bayi.

Beberapa bayi sensitif terhadap kafein dapat menunjukkan gejala seperti rewel, sulit tidur, atau gelisah. Pengamatan selama beberapa hari diperlukan sebelum menyimpulkan bahwa bayi sensitif terhadap kafein, dan ibu dapat mencoba mengurangi konsumsi matcha apabila gejala muncul.

Secara umum, matcha aman dikonsumsi selama tidak berlebihan dan dipilih dengan kualitas baik. Memperhatikan jumlah kafein, waktu konsumsi, dan respon bayi penting untuk menikmati matcha secara aman selama masa menyusui.

Source link