Gloria Natapradja Hamel: Perjalanan dari Paskibraka Kontroversial hingga Kehidupan Dewasa
Pada tahun 2016, Gloria Natapradja Hamel menjadi perhatian publik menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gloria, yang terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan Jawa Barat, mengalami persoalan kewarganegaraan.
Kisah Kontroversial Gloria Natapradja Hamel
Gloria, yang merupakan anak dari pasangan Ira Natapradja dan Didier Hamel, memunculkan kontroversi karena memiliki paspor Prancis. Status kewarganegaraan Gloria mencuat ketika dia dicoret dari daftar anggota Paskibraka hanya dua hari sebelum upacara kemerdekaan. Meski kecewa, Gloria menyatakan bahwa pengalaman tersebut membantu dirinya tumbuh dewasa. Ia belajar bahwa tidak semua keinginan bisa terwujud.
Penugasan Khusus dari Presiden Joko Widodo
Meskipun tidak mengibarkan bendera di pagi hari, Gloria tetap hadir di Istana Merdeka sebagai tamu penting. Presiden Joko Widodo bahkan memanggil Gloria ke Istana pada 17 Agustus 2016. Gloria diberi kesempatan untuk bergabung dalam upacara penurunan bendera. Dia kemudian bertugas bersama Tim Bima dan ikut serta dalam prosesi penurunan Sang Merah Putih.
Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mempertimbangkan nasionalisme Gloria dan keinginannya untuk menjadi warga negara Indonesia. Gloria Natapradja Hamel dianggap memiliki rasa cinta pada tanah air dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pramono Anung sebagai Seskab pada saat itu.
Kehidupan Gloria Natapradja Hamel Sekarang
Setelah bertahun-tahun berlalu sejak menjadi sorotan sebagai Paskibraka, Gloria kini telah tumbuh dewasa. Dia tetap aktif berbagi aktivitasnya melalui media sosial, menunjukkan perkembangan dan perubahan dalam hidupnya sejak kejadian kontroversial itu.
Dari kisahnya sebagai Paskibraka yang hampir gagal karena persoalan paspor Prancis, Gloria Natapradja Hamel kini menjalani kehidupan dewasa dengan semangat dan keprihatinan akan kebangsaan Indonesia.












