Ashanty Bongkar Pengalaman Kelam yang Membekas Trauma
Pada suatu kesempatan dalam podcast Talk About bersama Oki Setiana Dewi, Ashanty membagikan pengalaman pahitnya ketika masih kecil yang masih meninggalkan trauma dalam dirinya hingga dewasa.
Trauma dari Kejadian di Masa Kecil
Penyanyi ini mengungkapkan bahwa ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar, ia memilih untuk tidur bersama sang ibu dan ayah sambung setelah sang ibu menikah lagi. Namun, apa yang seharusnya menjadi tempat aman justru berubah menjadi momen yang membekas dalam hidupnya.
“Waktu SD, ibuku menikah lagi. Karena aku penakut, jadi tidur bareng ibu. Jadi posisinya, aku di tengah, diapit ibu dan ayah. Suatu hari, ayah sambungku ini megang-megang badanku,” ujar Ashanty.
Ashanty menjelaskan bagaimana usahanya untuk menghentikan perlakuan tersebut, di mana ia memilih untuk berpura-pura tidur ketika disentuh tubuhnya karena rasa takut.
Dampak Psikologis yang Panjang
Menggerakkan tubuhnya agar ayah sambungnya menyadari bahwa ia sudah terbangun, Ashanty mencoba untuk membuat situasi menjadi lebih aman. Namun, kejadian tersebut meninggalkan dampak psikologis yang panjang pada dirinya.
Ketika ayah sambungnya meninggal saat ia memasuki usia baligh, Ashanty melihatnya sebagai bentuk perlindungan Tuhan terhadap dirinya. Meskipun demikian, trauma dari kejadian itu masih membekas, bahkan hingga menyebabkan gangguan tidur yang panjang pada dirinya.
Kecemasan akan menjadi korban kembali selalu menghantuinya, membuat Ashanty merasa sulit untuk tidur dengan tenang. Dengan membagikan pengalaman ini, Ashanty memberikan inspirasi kepada mereka yang mungkin mengalami hal serupa untuk tetap kuat dan menjalani proses kesembuhan.












