BK DPD Panggil Arya Wedakarna Terkait Hadiri Kontes Transgender di Thailand
Pada Jumat, 4 September 2026, Badan Kehormatan (BK) DPD memutuskan untuk memanggil anggota DPD asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, terkait dugaan pelanggaran etik yang terkait dengan kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand.
Penilaian Atas Kehadiran Arya Wedakarna
Menurut Ketua BK DPD, Hasby Yusuf, setiap senator memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan dampak citra lembaga terkait dengan tindakan dan aktivitas publik yang dilakukan. Pemanggilan Arya Wedakarna dilakukan untuk memahami lebih dalam kapasitas dan tujuan kehadirannya dalam ajang tersebut.
Hasby juga menegaskan bahwa BK akan menyelidiki keterlibatan Arya dalam acara tersebut, termasuk penggunaan atribut atau fasilitas yang berkaitan dengan jabatan, serta tugas anggota DPD dalam konteks acara tersebut. Aspek-aspek ini perlu dilihat secara faktual sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Arya Wedakarna Bantah Keterlibatan Sebagai Anggota DPD
Meskipun hadir dalam acara tersebut, Arya Wedakarna membantah keterlibatan atau kehadirannya sebagai anggota DPD. Dia menegaskan bahwa kehadirannya semata-mata sebagai tokoh budaya, pariwisata, dan Hindu Bali, bukan sebagai perwakilan resmi DPD. Arya juga menambahkan bahwa kehadirannya dalam ajang tersebut merupakan bagian dari upaya promosi dan perwakilan budaya Bali.
BK DPD sendiri menegaskan bahwa proses pemanggilan terhadap Arya Wedakarna dilakukan untuk menegakkan kode etik, kepatutan, dan kehormatan jabatan anggota DPD. BK akan mengambil langkah sesuai kewenangannya apabila ditemukan adanya pelanggaran yang merugikan citra lembaga.
Pendekatan BK DPD Terhadap Kasus Ini
Hasby Yusuf menegaskan bahwa BK DPD tidak mencari-cari kesalahan anggota, namun tetap akan menindak tegas jika terdapat pelanggaran yang tidak sesuai dengan kode etik yang berlaku. Pemeriksaan terhadap Arya Wedakarna akan dilakukan dengan cermat dan profesional untuk menghasilkan keputusan yang tepat sesuai dengan prinsip kehormatan lembaga.












