Sandiaga Uno: Masa Depan Bali Tak Cukup Andalkan Banyak Turis

Pariwisata Bali memasuki fase ketika jumlah kunjungan tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Tantangan Pulau Dewata kini mencakup upaya menjaga budaya dan lingkungan, meningkatkan mutu layanan, serta memastikan pertumbuhan industri ikut memberi manfaat bagi masyarakat lokal.

Arah tersebut menjadi pesan utama dalam penyelenggaraan Bali Tourism Awards (BTA) 2026. Memasuki tahun ke-11, ajang ini mengusung tema “Eleven Years of Excellence, Inspiring the Future” dan memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata Bali.

38 penghargaan untuk pelaku pariwisata

BTA 2026 memberikan 38 penghargaan yang mencakup individu, pemimpin industri hospitality, hotel, resor, vila, perusahaan, hingga institusi. Penghargaan tersebut terbagi dalam 13 kategori personal dan hospitality leaders, 14 kategori hotel, resor, dan vila, serta 11 kategori company and institution.

Ragam kategori yang digunakan menunjukkan bahwa perhatian dalam pengembangan pariwisata Bali tidak hanya diarahkan pada kinerja bisnis perhotelan. BTA 2026 juga mencakup bidang religious tourism, cultural tourism, tourism business development, governance, sport tourism, serta tourism safety & security.

Selain itu, penghargaan diberikan untuk aspek women leadership, hospitality heritage, cultural heritage, community-based tourism, dan sustainable tourism. Cakupan tersebut menempatkan kualitas pengelolaan destinasi, pelestarian warisan, keamanan, kepemimpinan, serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari masa depan pariwisata Bali.

Koster: kunjungan bukan satu-satunya ukuran

Gubernur Bali Dr. I Wayan Koster, M.M., mengatakan keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari banyaknya wisatawan yang datang. Menurut dia, pertumbuhan sektor tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap budaya Bali, peningkatan pelayanan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata Bali ke depan harus terus bergerak menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Kemajuan industri pariwisata tidak hanya dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga budaya Bali, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memastikan Bali tetap menjadi destinasi dunia yang memiliki karakter dan nilai luhur,” ujar Koster dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa, 15 September 2026.

Bali selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia. Namun, status tersebut juga menghadirkan tantangan untuk mempertahankan daya tarik internasional tanpa menghilangkan karakter lokal. Karena itu, keberlanjutan dan kualitas menjadi penekanan dalam penyelenggaraan BTA tahun ini.

Koster menilai pemberian penghargaan kepada pelaku industri dapat mendorong peningkatan mutu pariwisata. “Saya mengapresiasi penyelenggaraan Bali Tourism Awards yang memberikan penghargaan kepada para pelaku dan pemimpin pariwisata yang telah berkontribusi dalam menjaga serta meningkatkan kualitas pariwisata Bali,” tuturnya.

Source link