Layne Riggs, Kaden Honeycutt, dan Chandler Smith menjadi tiga nama terkuat menuju Chase for the Championship NASCAR Truck Series. Ketiganya telah memenangi 10 dari 18 balapan musim ini, dengan Riggs mengoleksi enam kemenangan, sementara Honeycutt dan Smith masing-masing meraih dua.
Riggs memimpin klasemen dengan keunggulan 25 poin atas Honeycutt. Namun, format Chase yang hanya berlangsung selama tujuh balapan membuat jarak tersebut belum berarti besar. Chandler Smith berada 35 poin di belakang Riggs, disusul Christian Eckes dengan selisih 40 poin dan Giovanni Ruggiero 45 poin.
Keunggulan 25 poin belum membuat Riggs bertahan
Riggs menilai posisi terdepan justru menuntutnya tetap agresif. Ia tidak ingin hanya mengandalkan finis lima besar demi mempertahankan keunggulan.
“Itu menunjukkan bahwa 25 poin bukan apa-apa, meskipun terdengar seperti keunggulan yang lumayan,” kata Riggs. “Saya merasa bersikap pasif di dalam Chase tidak akan membuat Anda memenangi kejuaraan. Pemenang kejuaraan akan memenangi, menurut saya, setidaknya dua balapan jika dia merasa punya peluang.”
Honeycutt memilih pendekatan berbeda. Pembalap tersebut ingin fokus menjalankan balapannya sendiri dan menghindari kesalahan yang dapat menggerus poin.
“Saya benar-benar percaya bahwa saya hanya perlu konsisten,” ujar Honeycutt. “Kami harus mengeksekusi, melakukan urusan kami sendiri, membalap dengan cara kami, dan tidak terlalu fokus pada poin. Fokus saja untuk menang, lalu semuanya akan mengikuti.”
Honeycutt juga mendapat dukungan dari kepala kru Scott Zipadelli, yang telah dua kali membawa pembalap meraih gelar Truck Series dan menjadi bagian dari kesuksesan Corey Heim selama tiga musim terakhir. Honeycutt menyebut Zipadelli banyak membantunya mengembangkan kemampuan balap serta mempersiapkan diri untuk meraih kemenangan.
Smith merasa persaingan perebutan gelar musim reguler seharusnya masih terbuka jika bukan karena dua insiden. Ia menyebut kesalahan di Charlotte dan kecelakaan di San Diego membuatnya kehilangan poin penting. Menurut Smith, tanpa dua hasil tersebut, ia bisa saja bersaing langsung dengan Riggs hingga akhir musim reguler.
Peluang penantang di luar tiga besar
Persaingan tidak hanya bergantung pada tiga unggulan. Ty Majeski dan Ben Rhodes, dua juara Truck Series dari ThorSport Racing, masih berpeluang membuat kejutan meski performa tim mereka belum konsisten. Majeski mengakui timnya sedang tertinggal.
“Kami jelas sedang tidak dalam performa terbaik. Saya tidak akan menutup-nutupinya,” kata Majeski. Ia menambahkan, mobil-mobil ThorSport masih menunjukkan kecepatan untuk menang di sejumlah lintasan, tetapi hasil finis di posisi 10 hingga 12 pada hari buruk harus ditingkatkan menjadi posisi kelima hingga ketujuh.
Rhodes menilai masalah mereka merupakan gabungan dari kesalahan eksekusi dan nasib buruk. Namun, ia menegaskan faktor tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti mencari kecepatan.
Daniel Hemric, juara Truck Series 2021, juga mengandalkan pengalamannya menghadapi tekanan kompetisi dengan format serupa. Christian Eckes, yang belum menang musim ini, justru merasa berada dalam posisi tanpa beban karena tidak dianggap sebagai favorit. Grant Enfinger dan Tyler Ankrum turut memiliki peluang. Enfinger pernah nyaris merebut gelar pada 2023, sementara Ankrum merupakan pembalap paling berpengalaman di antara peserta Chase.
Lintasan wildcard menanti
Urutan klasemen Chase setelah Riggs, Honeycutt, dan Smith adalah Eckes, Ruggiero, Majeski dengan selisih 50 poin, Grant Enfinger 55 poin, Hemric 60 poin, Rhodes 65 poin, dan Tyler Ankrum 70 poin.
Jadwal tujuh balapan juga membuka peluang perubahan besar. Bristol, Talladega, dan Martinsville dipandang sebagai lintasan wildcard sebelum balapan penentu gelar di Homestead-Miami. Insiden besar di Talladega bahkan berpotensi menyingkirkan seluruh tiga unggulan utama dan menjadikan dua balapan terakhir sebagai pertarungan terbuka.












