Kimi Antonelli berada di posisi terdepan untuk merebut gelar juara dunia Formula 1 pertamanya. Setelah memenangi balapan di Madrid, pembalap Mercedes itu memimpin klasemen dengan keunggulan 80 poin dan berpeluang memecahkan rekor Sebastian Vettel sebagai juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah.
Musim ini masih menyisakan delapan atau sembilan akhir pekan balap, bergantung pada pelaksanaan Grand Prix di kawasan Timur Tengah pada penghujung tahun. Namun, kemenangan Antonelli di Madrid sudah mengubah peta persaingan di internal Mercedes.
George Russell, rekan setim Antonelli, kini tidak lagi memegang kendali penuh atas peluangnya menjadi juara dunia. Bahkan jika Russell memenangi seluruh balapan tersisa dan Antonelli selalu finis di posisi kedua, pembalap Inggris itu tetap tidak dapat menyalip dalam skenario tersebut. Russell pun mengakui kepada media pada Minggu bahwa dirinya merasa sudah tidak lagi berada dalam perebutan gelar.
Verstappen minta Antonelli tetap tenang
Antonelli sendiri belum ingin memikirkan kemungkinan merebut gelar dunia. Sikap itu mendapat dukungan dari Max Verstappen. Pembalap Red Bull tersebut menilai pembalap Italia berusia 20 tahun itu hanya perlu melanjutkan performanya tanpa terlalu sering melihat klasemen.
“Kimi hanya perlu melakukan apa yang sudah dia lakukan. Maksud saya, itu luar biasa dan berjalan sangat baik,” kata Verstappen.
Menurut Verstappen, Antonelli tidak perlu membebani dirinya dengan tekanan perebutan gelar. Ia menilai sang pembalap masih berada pada tahap awal karier, tetapi sudah menunjukkan kecepatan dan kematangan yang mengesankan.
“Dia tidak boleh terlalu stres soal itu, dan saya rasa memang tidak demikian. Dia terus tampil, percaya diri, serta semakin berpengalaman. Dia masih muda dan masih sangat awal dalam kariernya, tetapi dia sudah tampil luar biasa,” ujar Verstappen.
Verstappen juga menyebut Antonelli tidak perlu membuat situasi menjadi lebih rumit. Ia percaya lingkungan di sekitar pembalap Mercedes itu sudah membantu menyediakan hal-hal yang dibutuhkan untuk menjaga konsistensinya.
Dalam sesi tersebut, sempat muncul gurauan mengenai kemungkinan kebangkitan para rival Antonelli. Verstappen langsung menimpali, “Saya jelas tidak sedang melakukan comeback!”
Verstappen finis di podium di belakang Antonelli dalam balapan di Spanyol. Meski musim lalu ia mampu membalikkan defisit besar dengan selalu naik podium pada setiap Grand Prix setelah jeda musim panas, situasinya kali ini berbeda. Target realistis Verstappen saat ini adalah memenangi balapan. Jika gagal meraih satu pun kemenangan musim ini, itu akan menjadi kali pertama sejak debutnya pada 2015 ia tidak finis di podium teratas.
Norris: Antonelli sudah tidak membutuhkan nasihat
Lando Norris bahkan menilai para rival Antonelli tidak perlu memberinya nasihat tambahan. Menurut pembalap McLaren itu, performa Antonelli sudah menjadi bukti bahwa ia merupakan lawan yang sangat sulit ditaklukkan, bukan hanya pada musim ini, tetapi juga pada tahun-tahun mendatang.
“Dia memimpin dengan 80 poin karena melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia mengalahkan rekan setim yang jauh lebih berpengalaman dan juga pembalap yang bagus. Jadi, saya tidak ingin memberinya nasihat karena dia tampil sangat mengesankan—dan dia baru berusia 20 tahun,” kata Norris.
Norris menilai Antonelli hampir tidak melakukan kesalahan sejak balapan pertama musim ini. Ia juga menyebut pembalap Mercedes tersebut tidak tampil seperti seseorang yang baru memasuki tahun keduanya di Formula 1.
“Akan ada banyak tahun bagi kami untuk bertarung. Saya menantikan lebih banyak persaingan, mudah-mudahan sudah dimulai tahun ini, dan juga balapan-balapan kami di masa depan,” ujar Norris.












