Sepeda mulai menempati ruang yang lebih luas dalam mobilitas warga perkotaan. Kendaraan yang sebelumnya lebih sering digunakan untuk olahraga atau kegiatan komunitas itu kini dipilih sebagian pekerja untuk menempuh perjalanan dari rumah ke kantor melalui aktivitas bike to work (B2W).
Perkembangan tersebut masih terlihat pada 2026. Komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia terus mengampanyekan sepeda sebagai moda transportasi harian. Dalam peringatan Hari Sepeda Sedunia 2026, komunitas itu menggelar kegiatan bersepeda sekaligus mendorong penggunaan sepeda sebagai alternatif perjalanan di perkotaan.
Dari kesehatan hingga penghematan biaya
Salah satu alasan pekerja memilih bersepeda adalah kesempatan untuk tetap aktif tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Perjalanan menuju kantor dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik sehari-hari, termasuk ketika dilakukan saat berangkat dan pulang kerja.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut berjalan kaki dan bersepeda sebagai bentuk active mobility yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan sosial. Temuan dalam penelitian mengenai tren pesepeda di DKI Jakarta yang diterbitkan di Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota pada 2025 juga menunjukkan bahwa kesehatan fisik dan mental menjadi salah satu motif utama pekerja menggunakan sepeda ke tempat kerja.
Bersepeda juga dapat menjadi pilihan untuk menghadapi kemacetan, terutama pada jarak yang masih memungkinkan ditempuh dengan mengayuh. Pengguna tidak harus meninggalkan transportasi umum sepenuhnya. Sepeda bisa digunakan untuk menjangkau bagian awal atau akhir perjalanan, lalu dilanjutkan dengan moda transportasi lain.
Karena itu, konektivitas menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan B2W. Pada Agustus 2026, B2W Indonesia mendorong agar jalur sepeda terhubung dengan kawasan permukiman, kawasan bisnis, dan stasiun transit. Pola ini memungkinkan sepeda digunakan untuk sebagian rute, sementara transportasi umum mengambil alih perjalanan yang lebih jauh.
Faktor biaya turut memengaruhi pilihan tersebut. Sepeda tidak memerlukan bahan bakar, sedangkan pengeluaran rutinnya terutama berkaitan dengan perawatan, penggantian komponen yang aus, dan perlengkapan keselamatan. Namun, tingkat penghematan tetap bergantung pada jarak rumah ke kantor, kondisi jalan, kebutuhan membawa barang, serta fasilitas yang tersedia.
Sepeda sebagai bagian dari rutinitas dan komunitas
Bike to work tidak harus dilakukan setiap hari. Sebagian pekerja dapat memilih bersepeda pada hari tertentu dan menggunakan transportasi lain pada kesempatan berbeda. Fleksibilitas itu membuat penggunaan sepeda dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan masing-masing.
Bagi sebagian orang, bersepeda juga menjadi cara untuk mengurangi waktu duduk yang terlalu lama akibat pekerjaan kantor. WHO mencatat aktivitas fisik rutin membantu menjaga kesehatan dan menurunkan risiko sejumlah penyakit tidak menular, sementara perilaku sedentari berlebihan berkaitan dengan berbagai dampak kesehatan.
Pengalaman perjalanan menjadi alasan lain. Dengan sepeda, pesepeda dapat menikmati suasana jalan dan melihat lingkungan sekitar secara lebih dekat. Policy brief WHO pada 2026 mengenai berjalan kaki dan bersepeda menyebut mobilitas aktif berpotensi mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan, selain manfaat fisik dan lingkungan. Namun, manfaat itu akan lebih optimal apabila perjalanan berlangsung aman. WHO menekankan pentingnya infrastruktur yang mendukung keselamatan pengguna jalan.
Perubahan kultur sepeda turut memperluas daya tarik B2W. Sepeda kini hadir dalam berbagai komunitas, mulai dari road bike, MTB, sepeda lipat, fixie hingga kelompok yang berfokus pada transportasi harian. Aktivitas ini juga beririsan dengan teknologi dan media sosial, termasuk kegiatan Strava Art yang muncul pada 2026.
Bagi pekerja, alasan memilih sepeda bisa berbeda-beda: menjaga tubuh tetap aktif, menekan pengeluaran, menghindari kemacetan, menikmati perjalanan, atau menjadi bagian dari komunitas. Perkembangan B2W memperlihatkan fungsi sepeda di perkotaan semakin beragam, dari alat olahraga dan rekreasi hingga moda transportasi dalam keseharian.












